Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Bengkulu Tahun 2012

Diposting tanggal 16-04-2012 11:50:24 oleh soembogo

MUSRENBANG PROVINSI BENGKULU TAHUN 2012 DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 11 APRIL 2012 DI GEDUNG SERBAGUNA PEMDA PROVINSI BENGKULU YANG DIHADIRI OLEH PLT. GUBERNUR; Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, yang diwakili oleh Deputi Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan dan UKM, Bapak Dr. Ir. Ceppie Sumadilaga, MA; Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Bapak Drs. Lukman Nul Hakim, M.Si; DAN PARA BUPATI/WALIKOTA SE- PROVINSI BENGKULU.

 

  1. A.           PEMAPARAN KE- I   : KABUPATEN REJANG LEBONG

Isu-Isu Strategis Kabupaten Rejang Lebong:

  1. Bidang ekonomi dan dunia usaha, antara lain :

1. Masih rendahnya produktivitas dan daya saing produk-produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan serta  pembangunan  sektor pertanian masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara konprenhensif dari sektor hulu sampai hilir sehingga tidak mampu memberikan daya ungkit yang cukup untuk memacu percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

2.    Belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lahan dan air  dikarenakan  masih minimnya sarana dan prasarana berkualitas guna menunjang peningkatan produktivitas hasil  pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

3.    Masih rendahnya kreativitas dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi para pelaku industri skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kabupaten Rejang Lebong yang berimbas pada minimnya nilai tambah produk-produk  yang dihasilkan sehingga kurang dapat bersaing dengan produk daerah lainnya.

4.    Belum optimalnya pemanfaatan terhadap akses permodalan dari koperasi dan perbankan oleh usaha mikro, kecil dan menengah (umkm) sehingga skala usaha sulit ditingkatkan.

  1. Bidang sosial dan pelayanan dasar, antara lain :

1.  Masih kurangnya sarana dan prasarana bidang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas/kejuruan yang berakibat pada menurunnya mutu proses belajar mengajar dan mutu lulusan yang dihasilkan.

2.  Masih kurangnya sarana prasarana bidang kesehatan serta kurangnya sdm medis dan terutama tenaga dokter spesialis dan tenaga paramedis alat kesehatan serta  belum rampungnya pembangunan rsud curup yang berakibat belum optimalnya pelayanan kesehatan di rsud curup yang berimbas kepada menurunnya minat masyarakat untuk berobat ke rumah sakit umum daerah curup.

3.  Masih minimnya alokasi jamkesda propinsi bengkulu untuk pasien jamkesda kabupaten yang memerlukan rujukan ke rumah sakit umum daerah m. Yunus bengkulu sehingga  pasien tersebut belum terlayani  dengan baik.

4.  Antusiasme masyarakat yang tingggi untuk menjaga kesehatan dengan berolah raga dan bersosialisasi, tetapi belum didukung penyediaan sarana prasarana olah raga dan pemuda yang  memadai seperti pembangunan sport center dan gelanggang remaja.

5.  Potensi wisata belum tergali secara optimal dikarenakan minimnya anggaran sehingga perlu dukungan pemerintah propinsi dan pusat agar objek wisata potensial di kabupaten rejang lebong dapat menjadi salah satu destinasi wisata andalan di propinsi bengkulu.

  1. Bidang fisik dan prasarana, antara lain :

1.    Kuantitas dan kualitas infrastruktur wilayah belum memadai, dimana masih banyak wilayah yang terhambat akses terhadap moda tranportasi dikarenakan kondisi jalan dan jembatan yang rusak sehingga perlu rehab berat bahkan pembangunan jalan dan jembatan baru.

2.    Belum memadainya jaringan irigasi dan drainase yang mengakibatkan bencana, khususnya daerah-daerah rawan banjir dan tanah longsor

3.    Kondisi sarana dan prasarana pemerintahan banyak yang sudah tidak layak dikarena kondisi bangunan yang sudah tua mengakibatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat kurang optimal.

4.    Belum optimalnya penanganan aset– aset provinsi/pusat yang berada di kabupaten rejang lebong seperti kantor pu bina marga, pengairan, aset perkebunan dan kehutanan, apakah dapat dilimpahkan ke pemerintah daerah kabupaten rejang lebong untuk pemanfaatan dan pemeliharaannya.

 

  1. PEMAPARAN KE II    : KABUPATEN BENGKULU UTARA

ISU-ISU STRATEGIS KABUPATEN BENGKULU UTARA:

  1. Kemiskinan;
    1. Kondisi infrastruktur transportasi yang rusak berat (Ruas Jalan Nasional, Propinsi dan Kabupaten);    
    2. Kelanjutan penanganan kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial pasca bencana;
    3. Peningkatan Pelayanan Pendidikan dan pelayanan kesehatan;

                   Keterbatasan sarana dan prasarana produksi Pertanian dan Perkebunan

  1. Pembangunan Jalan Penghubung Kecamatan Putri Hijau, Ketahun dan Napal Putih dan Giri Mulya serta pembangunan jembatan Pelompat Macan Desa MuaraSantan Kecamatan Napal putih sepanjang 26,68 km
  2. Tebing Abrasi di daerah serangai untuk diutamakan perbaikan jalan
  3. Sudah ada investor untuk PLTU batubara dan biomassa untuk membantu kelancaran kelistrikan di Kabupaten Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu.

 

  1. PEMAPARAN KE- III: KABUPATEN BENGKULU TENGAH

ISU-ISU STRATEGIS KABUPATEN BENGKULU TENGAH:

  1. Pengentasan Kemiskinan
  2. Kondisi infrastruktur transportasi yang rusak berat (ruas Jalan Negara, Propinsi dan Kabupaten)
  3. Kelanjutan Pembangunan infrastruktur daerah, fasilitas umum dan fasilitas sosial

     Dimana telah dilakukan pembebasan Lahan seluas 178 ha utuk perkantoran Gedung Bappeda dan Gedung Kesehatan.

  1. Peningkatan kualitas Pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dimana sedang membangun Rumah Sakit yang belum selesai.
  2. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana produksi Pertanian, Perkebunan dan Perikanan.

 

  1. PEMAPARAN KE-4    : KABUPATEN BENGKULU SELATAN

ISU-ISU STRATEGIS KABUPATEN BENGKULU SELATAN:

  1.  JUMLAH PENDUDUK MISKIN MASIH RELATIF TINGGI
  2. Program Penanggulangan Kemiskinan Yang Dilaksanakan Saat Ini Belum Optimal Dalam Memberikan  Kesempatan Kerja Yang Permanen Bagi Masyarakat Miskin
  3. Angkatan Kerja Di Sektor Pertanian sudah banyak Tidak Memiliki Lahan Sendiri
  4. Terbatasnya Lapangan Kerja Dan Kualitas Calon Tenaga Kerja Tidak Sesuai Kebutuhan Pasar

 

B. KUALITAS PENDIDIKAN MASIH RELATIF RENDAH

  1. Kualitas Dan Kuantitas Sarana Dan Prasarana Pendidikan Masih Sangat Kurang (SLTA)
  2. Ketersediaan Dan Kualitas Laboratorium serta Perpustakaan Masih Belum Memadai
  3. Masih Banyak Sekolah Yang Belum Tersentuh Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan

 

  1. KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN, KESADARAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT, SERTA KESEHATAN LINGKUNGAN YANG MASIH RELATIF RENDAH
  2. Masih kurangnya tenaga kesehatan khususnya dokter terutama dokter spesialis
  3. Masih rendahnya status kesehatan ibu dan anak terutama pada pelayanan persalinan dan cakupan imunisasi;
  4. Belum optimalnya upaya pengendalian penyakit yang ditandai dengan tingginya angka kesakitan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular; serta masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan
  5. Masih terbatasnya pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bagi penduduk miskin
  6. TELAH TERJADI ALIH FUNGSI LAHAN, BIAYA PRODUKSI TIDAK SEBANDING DENGAN HARGA JUAL, DAN AKSES PERMODALAN YANG BELUM MEMADAI
  7. Petani Lebih Tertarik Menanam Kelapa Sawit
  8. Tata Guna Dan Tata Kelola Air Belum Optimal yang mengakibatkan aktivitas persawahan menjadi kurang maksimal

 

  1. TINGKAT KERUSAKAN JALAN, JEMBATAN, DAN IRIGASI TIDAK SEBANDING DENGAN PEMBANGUNAN YANG DILAKUKAN
    1. Tingkat kerusakan jalan dan jembatan baik itu jalan negara, provinsi maupun jalan kabupaten lebih tinggi dibanding laju pembangunan yang dilakukan
    2. Konflik kepentingan pemanfaatan air irigasi masih sering terjadi

 

  1. BELUM MEMADAINYA PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA DASAR PERMUKIMAN
  2. Pelayanan sanitasi belum menjangkau seluruh masyarakat
  3. Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup masih kurang

 

  1. PEMAPARAN KE-5 : KABUPATEN KEPAHIANG

ISU-ISU STRATEGIS KABUPATEN KEPAHIANG:

  1. Program pembangunan jalan,   kegiatan pembukaan  jalan alternatif  “z  street”.
  2. Pembangunan jembatan air musi 2.
  3. Pengelolaan dan  rencana pembangunan potensi energi panas bumi (geothermal) di bukit hitam kecamatan kabawetan
  4. Rehab bangunan dan manajemen   pengelolaan rumah sakit di jalur dua kecamatan merigi
  5. Dukungan provinsi untuk pembangunan mesjid agung al-amin
  6. Pembangunan, pengelolaan  dan pengembangan program unggulan kepahiang “ikutt siluna” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  7. Rencana pembangunan rel kereta api  lubuk linggau – rejang lebong - kepahiang - bengkulu

 

  1. PEMAPARAN KE-6 : KOTA BENGKULU

ISU-ISU STRATEGIS KOTA BENGKULU:

  1. Mulai tahun januari 2013, kota bengkulu akan mendeklarasikan menjadi kota kunjungan 1 juta orang
  2. Pendekatan koperasi berbasis kerakyatan bagi kaum perempuan.
  3. Kota bengkulu masuk daerah jkpi dan 3 besar menjadi kota kunjungan
  4. PEMAPARAN KE-7 : TOKOH MASYARAKAT

Pada umumnya yang memerlukan Banyaknya penghasilan yang PAD yang bocor, agar dapat berhati-hati. Pada saat proyek dilaksanakan dan diiringi oleh pengawasaan.

  1. PEMAPARAN KE-8 : AKADEMISI

Bagaimana sinkronisasi isu-isu pusat dan daerah sehingga ada prioritas kegiatan daerah sehingga ada keterkaitan antara prioritas daerah dan pusat?

  1. PEMAPARAN KE-9 : DPD RI

Musrenbang ini sangat penting dilakukan, selain itu perlu evaluasi dari usulan kegiatan sehingga ada komitmen yang lebih baik dan memberi ruang dalam peningkatan kegiatan prioritas. Pemamparan dari kabupaten/kota sangat bagus dan menonjolkan aspirasi rakyat. Ke depan ada fokus bagi program kegiatan kab/kota untuk ditampung oleh DPD RI.Untuk Kab.Bengkulu Selatan termasuk daerah tertinggal dari pada daerah pemekaran.Apa yang menjadi masalah utama dari kab. Bengkulu Selatan.Untuk kabupaten rejang Lebong, bagimana keiinginann pembentukan kabupaten lembak, apakah keiinginann masyarakat atau karena politik.

Isu krusial:

Seluma dan MukoMuko, Bagaimana penyelesaian masalah konflik pertanahan.dan diupayakan win-win solution.

  1. TANGGAPAN PAK PLT. GUBERNUR

Sebelum dilaksanakan musrenbang ini dilakukan forum skpd. Berkenaan dengan jalan nasional, direncanakan jalan nasional akan lebih baik.mencoba perbaikan jalan yang masih berlobang.

Mengajak kabupaten, memboikot tukang sayur dengan menanam tanaman di pekarangan. Berkaitan kegiatan mp3ei, untuk tim 9 dapat cepat diselesaikan agar tidakterjadi pemadaman lampu setiap hari sabtu.

  1. TANGGAPAN DARI BAPPENAS

Pandangan dari usulan daerah belum tentu dapat ditampung karena disesuaikan dengan resource daerah yang masih terbatas. Untuk memaksimalkan usulan perlu dilakukan rakor tek dengan kl yang terkait.bappenas telah mengeluarkan lo sebagai pendamping provinsi sehingga program-program kl dapat dilaksanakan seperti pnpm.  Aspirasi dari kabupaten kepahiang dapat di dampingi oleh peran balitbang provinsi dan mengundang kementerian koperasi (ukm).

  1. TANGGAPAN DARI KEMENDAGRI
  2. Perlu disepakti dan dipahami bahwa tidak ada kontradiktif prioritas daerah dan nasional. Untuk prioritas nasional mengakomodir prioritas nasional dan sebaliknya. Untuk strategi disesuaikan dengan lokasi masing-masing daerah.
  3. Ada karateritik Provinsi Bengkulu yang perlu dikaji jangka panjang. Untuk lahan hutan lindung, untuk Lebong hanya 35 %. Modal dasar masyarakat didominasi agraris dengan komposisi maksimal 60 %. Strategi bersama dengan lahan seluas 60 %, perlunya kebijakan intensifikasi yang perlunya modal, sdm dan teknologi.yang akan mengurangi tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu.
  4. Setiap tahun selalu diadakan Forum SKPD dari tingkat desa,kab,kota, provinsi. Sehingga perlu adanya komitmen untuk mencari solusi dari isu-isu daerah.
  5. Untuk aset-aset yang belum jelas harus dicari solusi dalam hal pemanfaatan aset tersebut dengan mengajukan surat ke pusat karena akan menjadi indikator penilaian akuntabilitas kinerja.

Pembangunan Provinsi Bengkulu

Dokumen Perencanaan

Buletin BAPPEDA

Download Dokumen

Harga Komoditi

Harga Rata-Rata Bahan Pokok Pasar Tradisional di Kota Bengkulu

Tanggal 30 Januari 2014

No Jenis Komoditi Harga/Kg ( Rp. )
1. Beras 8.000,-
2. Gula Pasir 12.000,-
3. Minyak Goreng Tanpa Merk 10.000,-
4. Daging Sapi Murni 95.000,-
5. Telor Ayam Ras 19.500,-
6. Cabe Merah keriting 45.000,-
7. Bawang Merah 65.000,-
8. Bawang Putih 12.000,-
9. Ikan Teri Super 52.000,-

Sumber: Disperindag Prov. Bengkulu

Cuaca Bengkulu

    a
    Bengkulu
    Hujan Ringan
    Suhu : 21° -29°
    Kelembapan : 68-97%
Selamat Datang di Website Resmi Bappeda Provinsi Bengkulu, Jalan Pembangunan Nomor 1 Kota Bengkulu