Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2011

Diposting tanggal 05-07-2012 11:35:49 oleh soembogo

Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2011 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah dilaksanakan pada tanggal 05 Maret 2012 di Ruang Pola Bappeda Provinsi Bengkulu. Sosialisasi ini dihadiri oleh Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu dan seluruh SKPD se-Provinsi Bengkulu dengan materi pembahasan meliputi pembahasan perencanaan pembangunana daerah, model komunikasi perencanaan kegiatan dan penganggaran antara eksekutif DPRD, Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJPD dan Tanya jawab dengan peserta sosialisasi.

 

Sosialisasi Pergub ini dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Ir.Edy Waluyo,SH.MM. Saat pembukaan Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu memaparkan tentang perencanaan pembangunan daerah Provinsi Bengkulu. Disini diingatkan kembali bahwa seharusnya RTRW sudah lebih dahulu baru kemudian RPJPD karena pembuatan RPJPD mengacu pada RTRW, namun pada kenyataannya RPJPD sudah terlebih dulu diselesaikan yaitu pada tahun 2008 sedangkan RTRW baru diselesaikan pada tahun 2012 akhirnya RTRW menyesuaikan dengan RPJPD. Dikarenakan RPJPD telah diselesaikan terlebih dahulu dari pada RTRW maka RPJPD akan direvisi untuk disesuaikan dengan RTRW sehingga penyimpangan dapat ditekan hingga titik minimal kecuali hal-hal yang sifatnya sangat mendesak. Kepala Bappeda juga mengingatkan dan mengharapkan RPJMD Kab/Kota dibuat berdasarkan Renstra sehingga tidak menjadi temuan saat pemeriksaan. RPJM Kab/Kota dan Provinsi

akan direvisi untuk disinergikan dengan RPJM nasional.

 

Dalam pembuatan Renstra dan RPJMD setiap Kab/Kota isinya harus saling berhubungan sehingga RKP yg disusun tidak menyimpang. Bapak Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu juga mengingatkan bahwa harus ada konsistensi antara RKPD dan APBD. Untuk mewujudkan konsistensi RKPD dan APBD harus dilakukan:

  1. Penetapan RKPD Prov, Kab/Kota harus tepat waktu (bulan Juni)
  2. Komitmen

Khusus RPJP Kab/Kota yang sedang dalam kondisi pemilu untuk segera disampaikan ke KPU yang kemudian disampaikan kepada kandidat calon pemimpin daerah sehingga visi misi pemimpin daerah yang baru sejalan dengan RPJP yang sudah dibuat. Menyinggung tentang perbatasan wilyah diinformasikan bahwa saat ini terdapat 900an lebih kasus perbatasan namun hanya 2 (dua) kasus yang dapat diselesaikan setiap tahunnya. Menyangkut tentang penggunaan dana Bapak Kepala Bappeda menyampaikan kedepannya DAK akan menurun dan digantikan dengan dana dekonsentrasi yang diberikan dari pusat ke provinsi, kab/kota. Dana dekon yang diberikan ini untuk diutamakan pemanfaatannya baru kemudian pemanfaatan dana APBD yang ada untuk kegiatan lain. Menyangkut perumbuhan ekonomi diinformasikan bahwa di Provinsi Bengkulu pertumbuhan ekonomi naik 6,4% (lebih dari prediksi awal) dan kemiskinan turun pada akhir 2011. Dan mengenai lahan yang berubah menjadi alih fungsi saat ini sudah 10.000 hektar. Hal ini untuk dapat menjadi perhatian lebih bagi Kab/Kota.

 

Penyampaian materi kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Drs. Kolendri. Pembicara kedua lebih kemasalah teknis. Bapak Kolendri langsung menyinggung bahwa belum semua Kab/Kota menetapkan RPJPD. Setiap dokumen akan dilakukan evaluasi singkronisasi. Yang akan melakukan evaluasi adalah Tim Evaluasi yg diketuai oleh Karo keuangan. RPJPD Kab/Kota akan dievaluasi oleh Prov sebagai implementasi peran Gubernur, RPJPD Prov akan dievaluasi oleh Kemendagri. Bapak Sekretaris Bappeda meningatkan sebelum penetapan RPJPD, RTRW dan dan semua dokumen harus dilakukan konsultasi dengan Gubernur sebagai kepala daerah. Isu-isu strategis setiap wilayah ditetapkan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dapat mengunakan  dengan berbagai teknik seperti FGD (Focus Group Discussion). Dan dalam menetapkan Misi harus memuat semua target yg akan dicapai. Kemudian Bapak Kolendri mencontohkan daerah yang visi dan misinya bisa dijadikan contoh yaitu Provinsi Riau karena sudah merangkum semua daerah dibawahnya.

Sesion kedua dari sosialisasi memuat materi tentang petunjuk teknis penyusunan rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah, Kerangka Umum Penyusunan Renstra SKPD, RKPD dan Renja SKPD serta Tanya jawab dengan peserta sosialisasi. Materi pertama yang disampaikan tentang pembuatan RPJMD maka pembicara pertama yaitu M. Nasrullah membahas secara global tentang pentingnya RPJMD à Isi RPJMD à fungsi RPJMD à pendekatan penyusunan RPJMD (salah satunya adalah musrenbang RPJMD) à acuan Penyusunan RPJMD. Diuraikan pula tahap-tahap penyusunan RPJMD yang dilanjutkan dengan sekilas penyusunan agenda kerja RPJMD. Pembicara juga memberikan kerangka berpikir dalam penyusunan RPJMD, Dasar hukum penyusunan RPJMD yaitu  PP No. 6 Th 2008, PP No.8 Th 2008, Permendagri No.54 Th 2010, Peraturan Bersama antara Mendagri, Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan No. 28 Tahun 2010, No. 0199/M PPN / 04 / 2010, dan No PMK 95 / PMK 07 / 2010, tanggal 31 Maret 2010.

Kemudian dijelaskan bahwa dalam penyusunan RPJMD ada 10 bab sistematika dan antar bab sangat berkaitan, disini pembicara mengingat untuk adanya saling keterkaitan antar bab. Pembicara memberikan contoh bab 2 akan berkaitan dengan bab 4 dan bab 9. Lebih lanjut pembicara menguraikan sedikit keterkaitan tersebut, pada bab 2 harus dapat menghasilkan isu-isu strategis, kemudian pada bab 4 akan menceritakan tentang pencapaian tahun lalu sehingga bisa memproyeksi pencapaian berikutnya dan  pada bab 9 dibuat penetapan kinerja SKPD.

Kemudian sosialisasi ini dilanjutkan dengan pembicara kedua yaitu Pirman Romzi. Pembicara kedua menekankan kembali bahwa untuk membuat RENJA dengan sebenar-benarnya harus sesuai dengan RENSTRA. Pembicara memaparkan tentang Persiapan Penysunan RKPD, Tahapan penyusunan RKPD samapai dengan penetapan RKPD tersebut. Pembicara juga menjelaskan kerangka waktu dan siklus perencanaan dan penganggaran tahunan. Dan tabel-tabel isian. Kemudian lebih lanjut Bapak Pirman Romzi memaparkan tentang Renja SKPD diantaranya tentang tahapan penyusunan, Substansi Renja, Bagan alir tahapan dan tata cara penyusunan Renja SKPD Kab/Kota, Tahapan Perumusan Rancangan Renja SKPD, Sistematika, Tabel-tabel isian renja sampai dengan penetapan Renja SKPD.


Pembangunan Provinsi Bengkulu

Dokumen Perencanaan

Buletin BAPPEDA

Download Dokumen

Harga Komoditi

Harga Rata-Rata Bahan Pokok Pasar Tradisional di Kota Bengkulu

Tanggal 30 Januari 2014

No Jenis Komoditi Harga/Kg ( Rp. )
1. Beras 8.000,-
2. Gula Pasir 12.000,-
3. Minyak Goreng Tanpa Merk 10.000,-
4. Daging Sapi Murni 95.000,-
5. Telor Ayam Ras 19.500,-
6. Cabe Merah keriting 45.000,-
7. Bawang Merah 65.000,-
8. Bawang Putih 12.000,-
9. Ikan Teri Super 52.000,-

Sumber: Disperindag Prov. Bengkulu

Cuaca Bengkulu

    a
    Bengkulu
    Hujan Ringan
    Suhu : 21° -29°
    Kelembapan : 68-97%
Selamat Datang di Website Resmi Bappeda Provinsi Bengkulu, Jalan Pembangunan Nomor 1 Kota Bengkulu